reshuffle
topik paling banyak dibicarakan minggu ini : reshuffle kabinet.
para menteri mengharap dengan cemas, apa dirinya akan tetap dipertahankan atau justru dieliminasi? beberapa di antaranya setelah diskusi dan evaluasi dengan bapak presiden di puri cikeas, keluar sambil tersenyum "alhamdulillah..". maksud lo, pak? bersyukur karena raport pekerjaan anda dinilai bagus oleh yang di atas dan jabatan tetap milik anda? atau anda bersyukur bahwa anda sudah berhasil menyelesaikan tugas anda dengan baik, target departemen anda tercapai, mampu mendahulukan kepentingan rakyat daripada kepentingan pribadi dan golongan?
tidak ada yang salah dengan reshuffle saat semuanya kembali untuk kepentingan rakyat. saya tidak tahu apa yang pemerintah pikirkan dan rasakan ketika melihat rakyatnya yang tidak bisa hidup layak, susah mendapatkan makan apalagi pendidikan, belum ditambah pemenuhan rasa aman sebagai warga negara. sementara wakil rakyat yang seharusnya merakyat dan mensejahterakan rakyat justru berjuang menuntut kenaikan tunjangan pribadi untuk kontribusinya yang tidak bisa dirasakan oleh rakyat. ironis..
how can we win when fools can be king. no one’s gonna take me alive. the times has comes to make things right.. (taken from "knights of cydonia" - muse)
May 9th, 2007 at 7:33 am
Hohoho, never knew u hv interest in politic, gal
Well, waktu gue ke Jakarta terakhir kemaren, gue sering banget denger kalimat ini, “Gitu deh mentalnya orang Indonesia.” Apalagi waktu kita ngomongin soal menteri2 yang pada ketauan ngumpetin uang di mana-mana termasuk di kamar mandi. Hehehe… Masalahnya kalau setiap orang Indonesia ngomongin hal yang sama, apakah dia sendiri lantas “mengamini” dan membiarkan diri “terbawa” dengan cap “mental Indonesia” (nah loh, banyak kali tanda kutipnya :D). What I mean, kita sebagai yang muda, harusnya lebih punya kesadaran untuk gak kebawa dan meneruskan sistem yang emang udah terkorupsi. Mengutip A-Mild iklan, “Tanya Kenapa?” but have to be followed by our own action. I am asking the very question to myself. Can we beat the old system and at least have a determination inside ourselves?
May 9th, 2007 at 7:46 am
setelah kita berpikir dan bertindak, kemudian sadar bahwa ternyata kita tidak merubah apa-apa, adalah bagian paling meletihkan.. =(
tapi, menyerah ga ada di pilihan kita kan? =)
May 9th, 2007 at 10:00 am
ikutan comment ahh…
bicara realita..
jd yah.. siapapun menterinya, pengaruh ke kerjaan saya..
dan alhamdulillahnya.. menteri yg baru msh ada koneksi ama si bos!
hahahaha..
begitulah realita!
pokonya mah..
melakukan hal yg baik akan mendapatkan hasil yg baik..
melakukan hal yg buruk akan mendapatkan hasil yg buruk..
jd ga ribet kan.. ga usah mikir kejauhan.. :p
katanya sih ini juga..
a pessimist sees d difficulty in every oppurtunity, an optimist sees d opportunity in every difficulty..
hihi..
fight d future~!